Bentrokan di Ukraina Tewaskan 13 Orang

UKRAINA, RIMANEWS- Kepolisian menyerbu kamp utama para pengunjuk rasa di ibu kota Ukraina, Kiev, dan menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas, tujuh diantaranya polisi. Dalam insiden itu, polisi menembakan granat kejut dan meriam air untuk membubarkan massa. Sebaliknya, para demonstran melemparkan kembang api dan bom bensin. Aksi ini menjadi bentrokan terburuk yang terjadi di Lapangan Kemerdekaan, lokasi yang sudah diduduki demonstran sejak November lalu. Namun, para demonstran tidak beranjak sehingga kepolisian memutuskan untuk memulai “operasi anti-teror.” Baca Juga Krisis Parah, Uang di Venezuela Kini Ditimbang Belasan Orang Terluka dalam Kerusuhan di Kamp Pengungsi Bulgaria 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh Dalam pidatonya di panggung utama, pemimpin protes meminta semua orang untuk tetap berada di lokasi. “Kami tidak akan beranjak dari sini,” kata Vitali Klitschko. “Ini adalah tanah kebebasan dan kami akan memperjuangkannya.” Api membakar lapangan, termasuk di sekitar patung pendiri Ukraina. Demonstran bersikeras tidak ingin menuntaskan aksi mereka. Pimpinan oposisi lain, Arseniy Yatsenyuk meminta Presiden Yanukovych untuk “menghentikan pertumpahan darah dan melakukan gencatan senjata.” Dalam sebuah wawancara langsung di televisi Ukraina, News 24, Yatsenyuk menyatakan “Kita berbicara tentang nyawa manusia dan masa depan negara yang bisa dibanjiri oleh darah. Hentikan, Viktor Yanukovych, hentikan,” Dalam bentrokan ini, setidaknya 6 petugas polisi dan 7 demonstran tewas dan lebih dari 180 petugas terluka dalam bentrokan. Sementara menurut seorang pejabat partai oposisi, mengatakan lebih dari 100 demonstran terluka . Kerusuhan itu dimulai pada akhir November setelah Presiden Viktor Yanukovych mengumumkan bahwa ia akan bekerjasama lebih dekat dengan Rusia bukannya menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengeluarkan pernyataan menyuarakan keprihatinan yang mendalam tentang meningkatnya kekerasan Ukraina. Dia juga mendesak para pemimpin negara untuk mengatasi akar penyebab krisis ini.(zi/RIMA/berbagai sumber) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , kerusuhan , Venezuela , Viktor Yanukovych , Vitali Klitschko , Internasional , kerusuhan , Venezuela , Viktor Yanukovych , Vitali Klitschko , Internasional , kerusuhan , Venezuela , Viktor Yanukovych , Vitali Klitschko

Sumber: RimaNews