RUU PUB Atur Syarat Pengakuan Agama di Indonesia

Rimanews – Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) nantinya akan mengatur syarat-syarat sebuah agama agar dapat diakui di Indonesia. “Sebuah keyakinan tidak dapat kemudian langsung diklaim menjadi sebuah agama, tentu ada persyaratannya, itulah yang akan diatur dalam RUU PUB ini,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin, di Jakarta, Kamis (26/02). Baca Juga Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat Gempa Aceh, Belasan Bangunan Roboh KPU Didesak Batalkan Agus-Sylvi karena Program Semiliar untuk RW Menag menegaskan negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan dan pelayanan bagi setiap umat beragama. Untuk itu, lanjut dia, negara harus dapat mengklasifikasikan pengertian agama terlebih dahulu. Menurut Lukman, RUU PUB patut dihadirkan agar dapat menyamakan pendapat dan persepsi masyarakat serta negara, terkait pengertian sebuah agama. “Penentuan karakter sebuah agama yang telah diatur diharapkan dapat mempermudah administrasi dan pelayanan pemerintah pada masyarakat kelak,” tandas dia. Sebelumnya, Pemerintah sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama, yang dipicu oleh banyaknya tindakan kekerasan dengan motif agama pada saat ini. Sejumlah konflik yang muncul pada kehidupan beragama di Indonesia dianggap memiliki potensi merusak kerukunan antarmasyarakat dan negara. Oleh karena itu, Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama ini dimunculkan untuk dapat membawa kedamaian dan ketenteraman antarumat beragama di Indonesia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : RUU Perlindungan Agama , Lukman Hakim Syaifuddin , politik , Nasional

Sumber: RimaNews