Turki Sensor Internet, Ribuan Orang Protes

RIMANEWS-Lebih dari 1.000 pemrotes yang menentang peraturan baru sensor Internet dibubarkan paksa polisi anti-huru hara Turki di Istanbul pada Sabtu malam (22/2). Namun, saat kerumunan massa berpawai menuju bundaran itu, polisi mengadang dengan semprotan air, peluru karet dan gas air mata, serta menahan sebagian pemrotes. Anehnya pula, menghadapi demonstran, Wakil PM Besir Atalay, malah mengungkapkan ada 2,500 orang kebanyakan orang asing, selama beberapa tahun ini dimata-matai. Email mereka disadap. Baca Juga Erdogan Jilat Ludahnya Sendiri Turki Tak Akui Pemerintah Bentukan Houthi di Yaman Rusia Kaget Dengar Erdogan Ingin Gulingkan Bashar Al-Assad Kebakaran Asrama di Turki, 12 Siswi Tewas Israel Ucapkan Terima Kasih pada Turki Dengan didukung oleh truk lapis baja penyemprot air, ribuan personel polisi anti-huru hara dikerahkan di seluruh Bundaran Taksim. Demonstran turun ke jalan di Istanbul untuk memprotes persetujuan Presiden Turki Abdullah Gul atas peraturan baru yang memperketat sensor Internet. Ini adalah suara warga yang mempersoalkan persetujuan parlemen Turki terhadap peraturan yang mengizinkan Partai Keadilan dan Pembangunan; partai yang berkuasa, untuk mengupayakan pemantauan lebih ketat atas Internet. Rancangan peraturan tersebut mengundang kecaman dari organisasi dalam negeri dan internasional. Sebagian orang Turki Presiden Gul akan memveto rancangan itu akibat banyaknya penentangan. Namun, Gul menyetujui rancangan itu pada 18 Februari lalu.[ach/sh/ant] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , Turki , internet , Sensor , Internasional , Turki , internet , Sensor , Internasional , Turki , internet , Sensor

Sumber: RimaNews