Saudi Genjot Produksi, Harga Minyak Kembali Merosot

Rimanews – Harga minyak dunia kembali jatuh meskipun terjadi penurunan jumlah rig AS. Hal ini terjadi menyusul kabar bahwa Arab Saudi bisa terus meningkatkan produksinya di pasar yang sudah kelebihan pasokan. Pada Jumat (12/6/2015), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, merosot 81 sen menjadi ditutup pada 59,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, turun 1,24 dolar AS menjadi menetap di 63,87 dolar AS per barel di perdagangan London. Jumlah rig minyak AS turun tujuh rig menjadi 635 rig dalam pekan yang berakhir 12 Juni menurut Baker Hughes. Jumlah rig yang beroperasi turun hampir 60 persen dari setahun lalu. Namun, Matt Smith, analis di ClipperData, mengatakan pengurangan dalam pengeboran “tidak selalu berarti bullish” mengingat bahwa produksi AS terus meningkat meskipun jumlah rig lebih rendah. Para analis menunjuk komentar dari eksekutif Saudi Aramco Ahmed al-Subaey, yang mengatakan di India bahwa eksportir minyak terbesar dunia itu dapat meningkatkan produksi lebih lanjut dari tingkat rekor untuk memenuhi permintaan. Aramco sedang dalam pembicaraan dengan para pembeli di India untuk memasok lebih banyak minyak. “Janji produksi Saudi berpotensi lebih tinggi telah benar-benar menempatkan pasar di bawah tekanan,” kata Smith. Baca Juga DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : minyak mentah , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews