Dominasi Sevilla Tanpa Hasil

Trondheim – Pelatih Sevilla, Jorge Sampaoli, menyesali kekalahan timnya di Piala Super Eropa. Pasalnya, Los Rojiblancos mampu mendominasi Real Madrid. Sevilla pada laga yang dihelat di Lerkendal, Trondheim, Rabu (10/8/2016) dinihari WIB, memang sempat tertinggal 0-1 usai Marco Asensio mencetak gol di menit ke-21. Tapi kedudukan sama kuat 1-1 empat menit jelang turun minum ketika Franco Vazquez menjebol jala Kiko Casilla. Sevilla bahkan berbalik unggul 2-1 lewat penalti Yevhen Konoplyanka di menit ke-72. Kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna ketika sundulan Sergio Ramos di menit ke-93 membuat laga lanjut ke perpanjangan waktu. Di babak ini Sevilla akhirnya harus mengakui keunggulan Madrid ketika gol Dani Carvajal di menit ke-118 memastikan kemenangan 3-2 untuk tim ibukota itu. Kekalahan yang menyakitkan karena Sevilla sebenarnya bermain lebih baik di babak kedua menurut Sampaoli. Dari statistik Soccernet , penguasaan bola memang mutlak milik tim Andalusia itu dengan 54 persen dan sempat mengurung Madrid di babak kedua. Tapi, Madrid bermain lebih efisien dan bisa membawa pulang trofi pertamanya musim ini. “Kami tidak mampu memanfaatkan penguasaan bola yang dominan di babak kedua menjadi peluang-peluang yang harusnya diciptakan dan main lebih menyerang,” ujar Sampaoli di Soccerway. “Ketika Anda tidak mampu bikin gol, maka lawan bisa menghukum Anda, dan mereka memanfaatkannya dengan baik,” sambungnya. Sevilla pun harus menerima kekalahan ketiga beruntun di Piala Super Eropa setelah sebelumnya di tahun 2014 (dari Madrid) dan 2015 (dari Barcelona). “Saya bangga dengan permainan tim, kami mampu bekerja sama dalam waktu yang singkat memperlihatkan keberanian kami, dan saya sangat terkesan dengan cara kami bermain lawan juara Eropa. Saya sangat menghargainya,” tutup Sampaoli. (mrp/roz)

Sumber: Sport Detik